Usai Raih RKM, Mahasiswa UNISMA Bantu Kembangkan Wisata di Batu

Usai lolos program Rumah Kreatif Mahasiswa Unisma (RKMU) 2019 kini telah mulai dilakukan dalam proses pembangunan wisata di kota Batu, dengan tema yaitu Wisata Edukasi Bumi Perkemahan. Wisata ini dikembangkan di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu .

Mahasiswa UNISMA mendorong peningkatan nilai ekonomi melalui pengembangan wisata edukasi bumi perkemahan di kec, Bumiaji, Batu. Satu bentuk dukungan yang diberikan adalah melalui bantuan program Rumah Kreatifitas Mahasiswa Unisma (RKMU) 2019. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu ketua kelompok RKM yang lolos di Universitas Islam Malang. Jl. MT. Haryono No. 193 Dinoyo, pada tanggal 01 April 2020.

Bantuan diserahkan kepada penasehat organisasi yang bertanggung jawab dalam pengelolaan wisata tersebut dalam bentuk program peningkatan kapasitas ekonomi dan pengembangan wisata edukasi bumi perkemahan di desa Sumbergondo diantaranya pembangunan lahan percobaan sebagai edukasi, taman, kamar mandi, spot foto, bumi perkemahan serta posko pemantauan. Bantuan tersebut dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat desa setempat.

Wisata ini menawarkan konsep lahan percobaan sebagai media pembelajaran bagi anak-anak, tanaman yang ditanam yaitu tanaman hortikultura, wisata ini bukan hanya untuk wisata keluarga. Tetapi bisa untuk orang pecinta alam.

“Kenapa tidak? Karena di wisata ini akan menawarkan fasilitas camping yang rencana dapat disewa dan menginap di bumi perkemahan ini. Wisata ini cocok bagi travelling pecinta alam karena akan disuguhkan pemandangan yang luar biasa, yakni pemandangan Gunung Panderman, Gunung Arjuno-Welrang, Gunung biru dan lainnya yang akan tampak dari lokasi wisata ini”, ujar Bapak Efendy selaku penanggungjawab pengelola wisata. (01/04/2020)

Dikatakannya beberapa bulan lalu masyarakat sekitar sudah bekerja bakti dengan para mahasiswanya untuk membersihkan tanaman liar dan saat ini sudah mencapai tahap 70 % .

“Lahan ini merupakan milik perhutani, pihak perhutani sudah memberikan izin dan kebebasan dalam penyelesaian mengelola wisata. Jadi kami bekerja sama dengan pihak kampus Unisma Malang, Perhutani serta masyarakat sekitar desa tersebut”, ujar Bapak Efendy.

Translate »