UKM Photography Unisma Malang Membingkai Legenda Tanah Wong Digdaya dalam Karya Visual

UKM Panorama Photography Unisma Malang telah melaksanakan kegiatan Hunting Senang yang bertemakan “The Kingdom of Belambangan”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 24-28 Agustus 2019.

Hunting Senang ini bertujuan untuk mengembangkan skill photography para pengurus dalam menjadikan sebuah karya visual, serta menginformasikan kepada masyarakat atas situs dan monumen yang kurang terawat di daerah tersebut.

Citra Belambangan sebagai tanah air wong digdaya (orang sakti) masih terus terpelihara hingga saat ini. Salah satu kisah yang sering terdengar terkait Blambangan serta Banyuwangi adalah tentang Damarwulan dan Menakjinggo, ini pun masih menjadi perdebatan hingga saat ini terkait kebenarannya.

Kisah legenda ini sangatlah populer di daerah Jawa Timur, terutama bagi penduduk Kabupaten Banyuwangi yang paham akan kisah tersebut. UKM Panorama Photography melakukan pendekatan kepada beberapa penduduk di daerah setempat untuk mencari informasi tentang kisah bagaimana asal usul kerajaan belambangan ini berada.

Beberapa penemuan sejarah yang menjadi objek cukup menarik bagi UKM Panorama Photography untuk diulas dan dijadikan sebagai sebuah karya visual. Dari peninggalan Kerajaan Belambangan seperti Tembok Rejo yang merupakan tembok bekas benteng kerajaan Blambangan sepanjang lebih kurang 5 km terpendam pada kedalaman 1 – 0.5 m dari permukaan tanah dan membentang dari masjid pasar muncar hingga di areal persawahan Desa Tembok Rejo.

Siti Inggil yang merupakan pos pengawasan pelabuhan/ syah bandar yang berkuasa pada masa kerajaan Blambangan, berupa batu pijakan yang terletak di atas gundukan batu tebing yang mempunyai “keistimewaan” untuk mengawasi keadaan di sekitar teluk pang Pang dan Semenanjung Blambangan. Dan beberapa arca lainnya yang termasuk dalam peninggalan Kerajaan Belambangan.

Translate »