Ramadhan dan Di Rumah Aja

Ramadhan dan Di Rumah Aja

Oleh: Muhammad Yunus

TIMESINDONESIA, MALANG – Aktivitas ibadah kita di bulan Ramadhan 1441 H ini mungkin akan terasa berbeda. Apakah terasa lebih nyaman atau sedih bergantung dari sudut pandang mereka yang menjalankan ibadah. Hal ini terkait dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor: SE.6 Tahun 2020 Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Wabah Covid-19. Dalam SE tersebut banyak dibatasi kegiatan ibadah selama Ramadhan seperti sholat taraweh, buka puasa bersama, iktikaf, sahur on the road, dan lain-lain. Surat tersebut sebagai respon dari kondisi pandemi covid-19 yang tak kunjung berakhir. Satu sisi, kondisi pandemi covid-19 ini memaksa orang harus stay at home atau work for home yang memungkinkan seseorang bisa melaksanakan ibadah lebih. Nah, kira-kira apa saja ibadah Ramadhan yang dapat dilaksanakan selama stay at home ini.

Pertama, frekuensi bersama keluarga lebih tinggi. Kemungkinan hal yang sangat positif dari puasa kali adalah berbuka dan sahur bersama keluarga dengan frekuensi lebih tinggi dari puasa Ramadhan sebelumnya. Jika dalam kondisi normal berbagai kegiatan buka bersama terjadi dari hari pertama hingga mendekati malam idul fitri. Mulai dari undangan tetangga, buka bersama teman sekantor, kelompok social, undangan karib dan sahabat terdekat, atau sekedar ngabu burit di masjid-masjid dan tempat tongkrongan lainnya. Akibatnya, kumpul bersama keluarga menjadi sangat jarang. Belum lagi aktivitas kantor dengan target pekerjaan yang super padat seringkali sampai magrib tiba masih saja di tempat kerja. Tahun ini rasanya itu semua tidak akan terjadi karena anjuran social distancing memaksa kita untuk berkumpul dengan keluarga. Sunggu prime time yang sangat bagus.

Kedua, frekuensi membaca Al Quran lebih tinggi. Jika pada kondisi normal kita biasa bekerja dikantor dengan target pekerjaan yang sangat padat, kondisi pandemi covid-19 ini memaksa berbagai agenda ditunda bahkan dihapus. Akibatnya tingkat stressing banyak berkurang dan memaksa lebih banyak di rumah. Hal-hal positif yang bisa dilakukan tentu dengan banyak membaca Al Quran. Aktivitas ini sungguh berbeda jika dilakukan di bulan-bulan biasa. Selain Ramadhan adalah bulan turunnya Al Quran, pelipatan amal ibadah menjadi motivasi tersendiri untuk banyak membaca Al Quran.

Ketiga, frekuensi sholat berjemaah dengan keluarga semakin meningkat. Sholat berjemaah dengan keluarga mungkin hanya bisa dilakukan waktu sholat subuh. Tapi selama Ramadhan dengan kondisi pembatasan aktivitas social ini kemungkinan frekuensi itu bertambah. Taraweh yang biasa kita lakukan di Masjid kemungkinan akan dilakukan di rumah dengan alasan menghindari penyebaran virus corona ini.

Itulah kira-kira aktivitas positif yang bisa dilakukan di rumah selama pandemi covid-19 ini di bulan suci Ramadhan. Tentu dengan tidak mengurangi rasa keprihatian atas pandemi ini karena pasti ada berdampak terhadap kondisi perekonomian kita, maka rasa sedih yang mendalam itu kita bayar dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT bersama-sama keluarga kita di rumah. Semoga dengan demikian Allah angkat seluruh virus corona ini dari bumi nusantara pada khususnya dan dari dunia pada umumnya. Aamiin yaa rab.

*)Oleh: Muhammad Yunus. Dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISMA. Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan, Alumni, dan Keagamaan UNISMA.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

tulisan asli dimuat di times indonesia.

Translate »