Mahasiswa Unisma Lakukan Pengabdian Di Ma’Had Tahfidz Teh Samat Malaysia

Mahasiswa Unisma lakukan Pengabdian di Ma\Mahasiswa Unisma lakukan Pengabdian di Ma’had Tahfidz Teh Samat Malaysia

TERDENGAR suara adzan shubuh dari salah satu masjid di penang, lansung saja beranjak untuk mandi dan wudhu’ untuk melaksanakan sholat shubuh berjamah di kamar, setealah itu kami packing barang-barang semuanya karena pagi ini akan di sebar ke lembaga-lembaga yang telah ditentukan.

Tepat jam 08.00 waktu malaysia kita dijemput oleh pengurus Pertubuhan Masyarakat Indonesia di Malaysia Utara (Permai) yaitu Didik, Agung, dan pak khuzaeni diantarkan ke Madrasah Utsmaniyah untuk mengahdiri acara pengyerahan dan pembagian kelompok oleh yayasan ABIM (Angkatan Beliau Muda Malaysia).

Acara dimulai sekitar pukul 09.00 Waktu Malaysia dibuka langsung Ust. Fadhil, selaku mudir dari Madrasah Utsmaniyah Penang. Adapun  dari pihak unisma diwakili oleh Ust. Yoyok Amirudin M.Pd,I untuk menyerahkan Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang yang mengikuti PPL-KKN LN. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pembagian kelompok ke lembaga – lembaga yang tealah ditentukan dan pemberian cindera mata dari pihak unisma kepada lembaga yang akan ditempati yaitu sebanyak 7 lembaga.

Alhamdulillah saya beserta Agus diberikan kesempatan untuk mangabdi di Ma’had Tahfidz Teh Samat. Kami dijemput langsung oleh mudhir Ma’hadnya yaitu Ust. Mursyid, beliau adalah Lulusan Darul Qur’an Yordania. Setelah semua acara penyerahan, pelepasan dan ditutup dengan makan bersama selesai kami langsung berpisah dengan teman-teman peserta yang lain. Disitu banyak teman-teman yang menangis karena dipisahkan selama 2 minggu karena harus melaksanakan kegiatan PPL di 7 lembaga tersebut.

Setelah bepamitan dengan teman-teman, dosen pendamping, pengurus permai dan Mudhir Madrasah Utsmaniyah kami berdua langsung beranjak ke tempat mengabdi kami yaitu Ma’had Tahfidz Teh Samat yang berada di Keddah yang berjarak sekitar 60 KM dari Penang. Kita melewati jembatan panjang yang baru di penang sepanjang 24 KM membentang diatas laut.

Kemudian ditengah perjalanan kami diajak berhenti oleh Ust. Mursyid disuatu kedai untuk menikmati cendol tepat di samping masjid Daerah Sebrang Perai Selatan, tidak hanya itu kami pun diajak belanja disuatu super market untuk keperluan disana nantinya.

Sekitar pukul 12.30 kami sampai di Ma’had Tahfidz Teh Samat Lot 133 Pekan Relau, Mukim Relau, 14200 Bandar Bahru, Kedah Malaysia dan lansung diantarkan ke kamar oleh ust. Mursyid dan kami pun istirahat sebentar sekitar 30 menit, setelah rebahan sebentar para santri memanggil kami untuk ikut makan siang dilanjut dengan sholat dhuhur berjamaah.

Tak menunggu lama kami langsung disuruh mengajar di 3 kelas langsung, Pada kesempatan pertama masuk dalam kelas khusus B.Arab 2 pada pukul 14.00 waktu Malaysia. Pada pealajaran tersebut menerangkan tentang adab belajar mengajar, dalam pelajaran tersebut murid- murid diberi kesempatan untuk membaca kalimat – kalimat atau poin poin B.arab yang dan disuruh untuk mengartikannya.

Kemudian kami sebagai guru menerangkan apa yang ada dalam kandungan pada kalimat kalimat tersebut. Kemudian pada akhir pembelajaran kita memberi mereka nyanyian B.Arab dan santri – santri sangat senang karena sebelumnya tidak pernah diajari nyanyian – nyanyian tersebut.

Dari kelas khusus B.Arab 2 pada jam 15.00 waktu Malaysia, kita berlanjut masuk dikelas Khsusus B.Arab 3. Disana kami belajar tentang macam – macam isim dan fi’il, murid-murid kita ajari berabagai bentuk-bentuk dan tanda-tanda isim dan fi’il kemudian mereka kami minta untuk meberikan berbagai macam contoh isim dan fiil , dari fiil madhi, amar dan mudhori’. Kita hanya memuroja’ah pelajaran mereka.

Di kelas lain, kegiatan pembeljaran berlangsung dengan lancar dan ikuti oleh 19 santri. Dikelas terakhir yaitu tingkatan 1, dan kami berkesmpatan untuk mengajar pendidikan islam dan pada bab tentan ibadah, kami jelaskan apa itu ibadah, pembagian ibadah, bagaimana niat cara perbuatan agar dinilai ibadah dan motivasi – motivasi lain yang kami sampaikan.

Reporter: Ebita Yani Maulida
Mahasiswa FAI Semester 6

Translate »