Do’a Mustajab di Tengah Pandemi Covid-19

Do’a Mustajab di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh Imam Syafi’i, M.PdI

Wabah penyakit yang sekarang lagi melanda diseluruh dunia, menjadikan sebuah polemik dikehidupan masyarakat dunia, tidak terkecuali adalah masyarakat Indonesia. Sudah banyak hal yang dilakukan oleh semua elemen masyarakat,dari yang ahli kesehatan dengan protokol kesehatannya dengan memberikan langkah-langkah untuk berusaha memutus rantai penularan wabah covid 19, agar tidak menular diminta masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas berkumpul dengan banyak orang, tidak melakukan berjabat tangan, harus memakai masker, sering-sering mencuci tangan dengan sabun dan menjaga imun tubuh. Dari pemerintah memberikan himbaun pelarangan masyarakat melakukan mudik kekampung halaman, tetap dirumah, kerja dari rumah, sekolah dari rumah dan memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak.

Semua masyarakat diharapkan bisa bersatu bersama-sama untuk mencegah penularan wabah covid 19 dengan persatuan dan kebersamaan. Semua kekuatan dilakukan untuk mencegah penularan ini, akan tetapi menjadi penting juga bahwa didalam keyakinan umat Islam,tidak cukup usaha dhohir akan tetapi usaha batin juga harus dilakukan,dengan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT memohon agar wabah ini segera selesai dan bisa menjalankan aktifitas sehari-hari normal lagi seperti dulu. Umat Islam juga sudah melakukan doa dan dzikir agar segera dihilangkan wabah ini,ada yang melakukan dzikir dan doa sendirian,ada yang melakukan serentak melalui onlain, ada juga yang melakukan dzikir dan doa sembunyi-sembunyi ditengah malam ketika banyak manusia tertidur,semua dilakukan agar wabah ini segera berakhir.

Ketahuilah bahwa doa merupakan senjata bagi mukmin,tiang agama,serta cahaya langit dan bumi. Do’a mampu menangkal dan mengangkat bencana,menghalangi turunnya bencana serta mampu meringankan bencana. Didalam berdoa harus betul-betul kosentrasi hati ini menuju Allah swt serta dilakukan pada waktu-waktu khusus yang menjadikan doa itu mudah untuk dikabulkan. Berdoa bisa dilakukan pada beberapa waktu mustajab yaitu pertama, sepertiga malam terakhir. Kedua, saat Azan Berkumandang. Ketiga,antara azan dan iqomah. Keempat, saat khotib naik mimbar pada hari jumat sampai selesainya salat jumat. Kelima, setelah sholat wajib lima waktu. Keenam, di ujung waktu ashar. Ketujuh, di Bulan suci Ramadhan.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Dengan gambaran waktu yang mustajabah ini umat Islam bisa memperbanyak do’a yang dibarengi dengan kesucian diri dan hatinya agar doa yang dipanjatkan akan sampai kepada sang maha suci Allah SWT. Dan ada hal yang sangat penting didalam berdoa yaitu jangan pernah kita berputus asa atas terkabulnya do’a. salah satu obat yang mujarab didalam menghadapi wabah covid-19 yang melanda dunia ini lebih khusus Indonesia ialah sikap tidak putus asa dalam berdoa. Dari Anas Ra, Rosulullah bersabda ” Janganlah pernah patah semangat dalam berdo’a, sebab tidak ada yang binasa karena berdoa”. Dan Allah sangat mencintai orang-orang yang tidak pernah berputus asa dalam berdo’a.

Sebagai manusia yang lemah ini harus menghilangkan egoisme,kesombongan dan cara berfikir bahwa punya kemampuan secara akal akan mampu menangkal wabah yang turun dimuka bumi ini, akan tetapi ikhtiar yang sudah dilakukan sesuai kemampuan akal manusia harus dibarengi deng do’a kepada Allah SWT serta sikap tawakal kepada-Nya. Dan Yaqinlah setelah hujan deras yang turun dan dibarengi badai begitu kencang pasti akan muncul pelangi yang indah, Artinya setelah ujian ini selesai pasti ada hari esok yang lebih indah untuk umat manusia.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Imam Safi’i, S.Pdi, M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) dan Kabag Keagamaan Universitas Islam Malang (UNISMA).

*)Tulisan asli Opini ini dimuat di timesindonesia.co.id

edisi 24 April 2020.

Translate »